Kamis, 12 Desember 2013

Placement Monbukagakusho

Assalamualaikum!

Posting ini dibuat berdasarkan pengalaman. Buat yang mau apply Beasiswa Monbukagakusho pasti banyak yang ragu gara-gara takut kesasar program studi atau kesasar ke universitas yang gak terkenal. Bukan cuma itu sih, di brosurnya juga gak begitu dijelaskan gimana penentuan program studi sama universitasnya.

Jadi teman-teman yang mau apply, jangan malu-malu buat apply.

Pertama buat program studi (undergraduate/S1). Nanti, kalau udah lewat seleksi tertulis, bakalan ada wawancara di Kedutaan Besar Jepang yang di Jakarta. Sebelum wawancara bakalan disuruh ngisi banyak formulir, salah satunya itu pilihan program studi. Nah, dari situlah ditentukan program studinya. Kalau takut kesasar program studi, yah menurut saya isinya cukup pilihan pertamanya aja. Buat apa juga udah jauh-jauh ke Jepang tapi gak dapat program studi yang sesuai dengan keinginan. Buat tahun keberangkatan 2014, seluruhnya bisa dibilang dapat pilihan pertama untuk program studi.

Buat masalah universitas. Kelebihan dari ikut yang S1 itu ada di sini. Kalau D3 dan D2 itu universitasnya dipilihan, tapi S1 beda. Saya juga baru aja dapat informasinya. Jadi nanti buat grantee S1 bakalan disuruh milih tujuh universitas. Berdasarkan hasil studi di sekolah persiapan selama setahun bisa ditentukan nanti masuk ke universitas mana. Mau masuk Todai? Kenapa nggak.

Wassalamualaikum!

Selasa, 10 Desember 2013

Bertambah

Assalamualaikum!

Ada kalanya kita punya begitu banyak hal yang ingin dibicarakan, tapi gak bisa dimaterialisasikan. Bahan pembicaraan itu cuma ada di pikiran aja, gak pernah sempat jadi kata-kata yang keluar dari mulut. Kalau ada yang pernah baca Norwegian Wood-nya Haruki Murakami mungkin bakalan tahu sama Naoko yang sepanjang cerita sering terdiam tiba-tiba cuma karena gak bisa ngungkapkan apa yang mau dibilangnya.

Jadi kenapa bahas yang beginian?

Yah kurang lebih karena sedang ngalamin hal yang sama. Kadang saya kepikiran kalau tambah tua itu sebenarnya beban. Bukan beban yang datang karena harus bertanggung jawab dengan diri sendiri, tapi beban karena bertambahnya wawasan, ilmu, dan pengalaman. Normalnya, semakin tua seseorang, maka semakin banyak pula ilmunya. Sekarang bandingkan orang tua dengan anak-anak. Mana di antara kedua itu yang lebih stres? Mana yang lebih kesulitan untuk bicara, yang lebih sering mengalami kejadian yang saya sebutin di paragraf pertama?

Orang lebih tua?

Menurut saya sendiri jelas orang yang lebih tua yang demikian.
Gitu aja sih.

Wassalamualaikum!